Jl. Nyi Pembayun 14, Karang, Kotagede, Yogyakarta

(0274) 7493-940 brh.centre@gmail.com

30 INTERAKSI SYAITHAN DENGAN MANUSIA YANG PERLU ANDA KETAHUI (BAGIAN 3)

Setan

 21. Kapan Syaithan tertutup pandangan matanya?

Dari Anas RA berkata: Rasulullah SAW bersabda:

سِتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ أنْ يَقُولَ الرَّجُلُ المُسْلِمُ إذَا أرَادَ أنْ يَطْرَحَ ثِيابَهُ‏:‏ بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إلاَّ هُوَ‏.

“Penghalang antara pandangan mata jin dan aurat anak Adam adalah ketika seseorang mau melukar pakaiannya mengucapkan: Dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia.” (HR Ibnus Sunni)

22. Kapan dan dimana bisikan Syaithan kepada manusia?

بِسـْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ: قُلْ أَعُوْذْ بِرَبِّ النَّاسِ -١-  مَلِكِ النَّاسِ -٢- إِلَهِ النَّاسِ -٣- مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ -٤- الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ -٥-

Katakanlah:”Aku berlindung kepada  Tuhan manusia”. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan syaitan pembisik yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia (Surat An-Nas 114:1-6)

 23. Kapan dan dimana syaithan membuat ikatan bagi manusia?

Syaithan membuat ikatan di tengkuk manusia saat ia tidur tanpa membaca doa penjagaan, sehingga menimbulkan kemalasan dalam beribadah dan ia merasakan tidak fresh.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ: عَلَيْكَ لَيْلًا طَوِيلًا، فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عَنْهُ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتْ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ}

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Syaithan mengikat di tengkuk kepala seseorang dari kalian saat ia tidur dengan tiga ikatan, dan setiap ikatan diletakkan pada tempatnya kemudian (dibisikkan), atasmu malam yang panjang maka tidurlah nyenyak. Jika ia bangun serta mengingat Allah maka lepaslah satu ikatan, kemudian jika ia berwudhu lepaslah satu ikatan lagi dan apabila ia mendirikan shalat malam maka lepaslah satu ikatan lagi. Maka pada pagi harinya ia akan bersemangat serta suci jiwanya, namun bila ia tidak melakukan hal tersebut maka pada pagi harinya jiwanya kotor serta menjadi pemalas.” (HR. Bukhari 1142, Muslim 776)

24. Apa gangguan syaithan saat Anda tidur?

Syaithan mampu menimbulkan gangguan mimpi buruk saat Anda tidur tanpa doa penjagaan sebelumnya.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال: {الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنَ اللهِ، وَالرُّؤْيَا السَّوْءُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَمَنْ رَأَى رُؤْيَا فَكَرِهَ مِنْهَا شَيْئًا فَلْيَنْفِثْ عَنْ يَسَارِهِ، وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ؛ لاَ تَضُرُّهُ، وَلاَ يُخْبِرْ بِهَا أَحَدًا، فَإِنْ رَأَى رُؤْيَا حَسَنَةً، فَلْيُبْشِرْ، وَلاَ يُخْبِرْ إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ}

Dari Abu Qatadah RA ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda: “Mimpi-mimpi baik  itu datang dari Allah dan mimpi buruk datang dari syaithan. Maka apabila salah seorang di antara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan hendaklah dia meludah ke samping kiri sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatannya sesungguhnya mimpi itu tidak akan membahayakannya, dan ia tidak memberitahukannya kepada orang lain, dan barangsiapa bermimpi baik, maka hendaklah menceritakan kabar gembira itu, dan jangan memberitahu kecuali orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

25. Dimana syaithan tidur bersama Anda?

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ:{إِذَا اسْتَيْقَظَ- أَرَاهُ أَحَدُكُـمُ – مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيْتُ عَلَى خَيْشُوْمِهِ}

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW berkata: “Apabila seseorang diantaramu bangun dari tidurnya kemudian ia berwudhu, maka hendaklah memasukkan air ke hidungnya sebanyak tiga kali, karena syaithan tidur bermalam diatas rongga hidungnya.” (HR. Bukhari 3295 dan Muslim 238)

26. Sampai kapan syaithan menggoda Anda?

Syaithan selalu menggoda manusia sampai datang ajalnya, sehingga manusia mengakhiri hidupnya dengan su’ul khatimah. Maka Rasulullah SAW mengajarkan doa kepada kita agar kita berlindung dari godaan syaithan di akhir hayat.

عَنْ أَبِي الْيُسْرِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ: {اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَالْهَدْمِ وَالْغَرْقِ وَالْحَرِيْقِ، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِيَ الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا}

Dari Abul Yusri RA berkata: Rasulullah SAW berkata: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi, tertimpa bangunan, tenggelam, dan terbakar, dan aku berlindung kepada-Mu dari kerasukan syaithan saat akan meninggal, dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian di jalan-Mu dalam posisi menghadap ke belakang, dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena dipatok ular.” (HR. An-Nasai 5531 dan Abu Dawud 1552)

27. Siapa yang selamat dari penyesatan syaithan?

Iblis mengakui kelemahannya di hadapan Allah, karena ia tidak mampu menyesatkan orang-orang pilihan yaitu orang yang ikhlash beribadah kepada Allah. Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an:

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Ia (Iblis) berkata, “Tuhan-ku, oleh karena Engkau telah Memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” (Surat Al-Hijr: 39-40)

28. Bagaimana Anda agar terjaga dari godaan syaithan sepanjang hari?

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم أَنَّهُ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ قَالَ أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ . قَالَ أَقَطُّ؟ قُلْتُ نَعَمْ . قَالَ فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ قَالَ الشَّيْطَانُ حُفِظَ مِنِّى سَائِرَ الْيَوْمِ.

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash RA dari Nabi SAW bahwasanya beliau apabila masuk masjid berdoa: “Aku berlindung dengan Allah Yang Maha Agung dan dengan wajahNya Yang Mulia dan kekuasaanNya yang kekal dari syaitan yang direjam. Perawi berkata: “Apakah itu saja?” Aku jawab: ‘Ya.” Beliau bersabda: “Apabila ia mengatakan itu, maka syaithan berkata: “Ia terjaga dari godaanku sepanjang hari.” (HR. Abu Dawud 461)

29. Apa doa pengamanan saat singgah di suatu tempat?

Dari Khaulah binti Hakim As Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرَّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, ” Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala makhluk yang Dia ciptakan”, maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.”

30. Apa perangkap syaithan untuk menjerat manusia?

  • Mengeksploitasi aurat wanita lewat berbagai media
  • Nyanyian yang menjauhkan dari dzikrullah
  • Angan-angan kosong dalam menggapai kebahagiaan dunia, misalnya lewat mabuk-mabukan dan perjudian.
  • Menunda-nunda pelaksanaan kewajiban sampai akhir waktunya.
  • Tabdzir (buang-buang) harta, waktu, kesempatan.
  • Ilmu sihir dan perdukunan yang mudah dipelajari bukunya dan dijual-belikan bebas bahkan bisa beli secara online.
  • Menimbulkan kebencian, kekerasan, permusuhan, pertikaian, dan perpecahan dalam tubuh ummat Islam.
  • Mengobral janji-janji palsu, saksi palsu, sumpah palsu, kebohongan, penipuan, dan kecurangan.
  • Menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan, kesulitan ekonomi, krisis moneter, kesusahan mencari jodoh.
  • Menghilangkan rasa malu dalam berbuat dosa-dosa besar, sehingga manusia melakukan promosi ilmu perdukunan, ilmu sihir, perbuatan zina, homosex, lesbi, atau minum khamer dengan terang-terangan.

Ditulis oleh Ustadz Fadhlan Adham Hasyim, Lc.

(Gambar dari blog.setiabuku.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *