Jl. Nyi Pembayun 14, Karang, Kotagede, Yogyakarta

(0274) 7493-940 brh.centre@gmail.com

30 INTERAKSI SYAITHAN DENGAN MANUSIA YANG PERLU ANDA KETAHUI (BAGIAN 2)

Tipu-Daya-Setan-Terhadap-Manusia
  1. Kalimat apa yang menyebabkan syaithan mengecil?

Rasulullah saw bersabda:

{إِذَا تَعِسَتْ دَابَّةُ أَحَدُكُمْ فَلَا يَقُلْ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّهُ إِذَا قَالَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُوْنَ مِثْلَ الْبَيْتِ ، وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللهِ، فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُوْنَ مِثْلَ الذُّبَابِ} رواه أبو داود

Apabila kendaraan seseorang diantaramu mogok, maka janganlah ia mengatakan: “Celakalah syaithan!” karena kalau ia katakana demikian, syaithan akan membesar sampai menjadi seperti rumah, akan tetapi katakan: “Bismillah.” Maka jika kamu katakan itu, syaithan mengecil sampai menjadi seperti lalat.” (HR. Abu Dawud)

 

  1. Bagaimana agar rumah Anda tidak kemasukan syaithan?

أَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقا وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ وَخَمِّرُوْا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهِ شَيْئًا وَأَطْفِئُوْا مَصَابِيْحَكُمْ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang terbuat dari kuit binatang) dan bejana-bejana kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Muslim).

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ الله عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: { ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنْ عَاشَ رُزِقَ وَكُفِي وَإِنْ مَاتَ أَدْخَلَهُ الله الجَنَّةَ: رَجُلٌ خَرَجَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ، وَرَجُلٌ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ، وَرَجُلٌ دَخَلَ بَيْتَهُ بِسَلَامٍ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ}

Dari Abu Umamah al-Bahili dari Rasulullah SAW bersabda:”Tiga golongan, kesemua mereka yang dijamin dari Allah ‘azza wa jalla: yaitu seorang lelaki yang keluar berperang di jalan Allah, dia berada di dalam jaminan Allah, sehingga dia gugur lalu dimasukkan ke dalam Syurga, atau dia pulang dengan memperoleh pahala atau ghanimah. Juga seorang lelaki yang keluar ke masjid, dia berada di dalam jaminan Allah, sehinggalah dia mati lalu dimasukkan ke dalam syurga atau dia pulang dengan memperoleh pahala dan ghanimah. Juga seorang lelaki yang memasuki rumahnya dengan memberi salam, dia berada di dalam jaminan Allah SWT. (HR. Abu Dawud: 2494  dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib)

 

  1. Kapan syaithan lari menjauh dan kabur?

Rasulullah saw bersabda:

{ إِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ النِّدَاءَ بِالصَّلاةِ ذَهَبَ حَتَّى يَكُوْنَ مَكَانَ الرَّوْحَاءِ }

“Sesungguhnya syaithan apabila mendengar adzan untuk shalat ia pergi menjauh sampai ke tempat sepi.” (HR. Muslim)

 

  1. Bagaimana Syaithan melakukan korupsi sebagian shalat Anda?

Segala gangguan syaithan ketika seorang hamba sedang menjalankan shalat adalah upaya syaithan mengkorupsi, mencuri sebagian shalatnya, seperti disebutkan dalam hadits-hadits: menguap, menoleh, bermain kerikil, menengadah ke langit, tergesa-gesa, meludah, memikirkan hal-hal di luar shalat, lupa bacaan shalat, sampai lupa jumlah rakaat, atau tiba-tiba merasa kentut dan sering was-was.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اْلاِلْتِفَاتِ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ: {هُوَ اخْتِلَاسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلَاةِ الْعَبْدِ}

Dari ‘Aisyah RA berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang menoleh dalam shalat. Beliau bersabda: “Itulah korupsi syaithan yang ia lakukan dari shalat seorang hamba.”

(HR. Bukhari 751)

 

  1. Bagaimana Syaithan menguasai masyarakat? Ketika mereka tidak menegakkan shalat berjama’ah

قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: {مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيْهِمُ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ الْقَاصِيَةَ}

Abud Darda’ berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tak ada tiga orang pun di desa atau di gurun pasir yang tidak ditegakkan di dalamnya shalat berjamaah, kecuali syaithan menguasai mereka. Maka atas kalian berjamaah, karena srigala hanya akan menerkam dari kambing yang terpencil.”  As-Saib berkata: maksudnya adalah shalat berjamaah. (HR. An-Nasai 847, Abu Dawud 547)

 

  1. Kapan dan dimana syaithan kencing?

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ فِي رَجُلٍ نَامَ حَتَّى أَصْبَحَ : { ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِيْ أُذُنَيْهِ }

Rasulullah saw bersabda tentang seseorang yang tidur sampai kesiangan: “Itulah seorang yang dikencingi syaithan di telinganya .” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

  1. Bagaimana syaithan berjalan?

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ أَنْ يَمْشِيَ الرَّجُلُ بِنَعْلٍ وَاحِدَةٍ ، وَقَالَ : { إِنَّهَا مِشْيَةُ الشَّيْطَانِ}

Rasulullah saw  melarang seseorang berjalan dengan satu sandal, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya itu adalah cara jalan syaithan.” (Hadits dishahihkan oleh Al-Albani)

 

  1. Dimana syaithan duduk?

Rasulullah saw bersabda:

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ أَنْ يُجْلَسَ بَيْنَ الظِّلِّ وَالشَّمْسِ، وَقَالَ: { إِنَّهُ مَجْلِسُ الشَّيْطَانِ}

Rasulullah saw  melarang seseorang duduk diantara tempat teduh dan terik matahari, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya itu adalah tempat syaithan.” (HR. Imam Ahmad)

 

  1. Apa alat syaithan dalam merusak rumah?

Syaithan senang dengan tabdzir (menyia-nyiakan) harta dalam hal yang tidak bermanfaat, merusak harta, merusak nikmat Allah yang diberikan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنهُمَا قَالَ : جَاءَتْ فَأْرَةٌ فَجَرَّتِ الْفَتِيْلَةَ فَأَلْقَتْهَا بَيْنَ يَدَيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَلَى الْخُمْرَةِ الَّتِيْ كَانَ قَاعِدًا عَلَيْهَا فَأَحْرَقَتْ مِنْهَا مِثْلَ مَوْضِعَ الدِّرْهَمِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: {إِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوْا سِرَاجَكُمْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدُلُّ مِثْلَ هَذِهِ عَلَى هَذَا فَيُحْرِقُكُمْ}

Dari Ibnu Abbas RA berkata: “Seekor tikus datang menyeret lampu (menyala), kemudian dilemparkannya di depan Nabi SAW mengenai tikar yang beliau duduk di atasnya, maka terbakarlah selebar Dirham dari tikar itu. Maka Nabi  Saw bersabda:  “Apabila kalian  tidur,  matikanlah lampu kalian, karena syaithan  bisa mengarahkan seperti ini (seekor tikus) ke ini (lampu) sehingga  dapat membakar kalian” (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).

 

  1. Dimana syaithan menancapkan bendera perangnya?

Rasulullah saw bersabda:

{ لَا تَكُوْنَنَّ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوْقَ وَلَا آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا، فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ } رواه مسلم

“Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang pertama-kali masuk ke dalam pasar, kalau bisa dan orang yang terakhir keluar dari pasar, karena pasar adalah tempat pertikaian syaithan dan didalamnya ia menancapkan benderanya.” (HR. Muslim)

Dan Rasulullah saw bersabda:

{ أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا }

“Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid negeri itu, dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar negeri itu.” (HR. Muslim)

 

Ditulis oleh Ustadz Fadhlan Adham Hasyim, Lc.

(Gambar dari khotbahjumat.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *