Jl. Nyi Pembayun 14, Karang, Kotagede, Yogyakarta

(0274) 7493-940 brh.centre@gmail.com

30 INTERAKSI SYAITHAN DENGAN MANUSIA YANG PERLU ANDA KETAHUI (BAGIAN 1)

syetan-lemah
  1. Bagaimana sikap syaithan terhadap manusia?

Syaithan selalu menyombongkan diri terhadap manusia, karena ia merasa lebih baik daripada manusia. Allah menyebutkan pernyataan Iblis kepada Allah sebagai alasan tidak mau sujud perhormatan kepada Asam dalam Al-Qur’an:

أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

Artinya: “Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya (Adam), Engkau telah menciptakan saya dari api sementara Engkau menciptakannya dari tanah” (QS. Al-A’raf 7:12).

 

  1. Sejak kapan manusia diganggu oleh syaithan?

Sejak bayi lahir dari kandungan ibunya, syaithan sudah mulai menggodanya dengan tusukan jarinya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ بَنِي آدَمَ يَطْعُنُ الشَّيْطَانُ فِي جَنْبَيْهِ بِإِصْبَعِهِ حِينَ يُولَدُ غَيْرَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَهَبَ يَطْعُنُ فَطَعَنَ فِي الْحِجَابِ

“Abu  Hurairah  berkata:  “Saya  pernah  mendengar  Rasulullah  Saw  bersabda: “Setiap anak Adam ditusuk oleh syaithan dengan jarinya pada lambungnya saat dilahirkan, kecuali Isa bin Maryam, syaithan bergerak menusuk, maka hanya menusuk pada hijab.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena Allah melindungi Maryam dan putranya berkat doa istri ‘Imran:

Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhan-ku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih Tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. “Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlin-dungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.“ (Surat Ali ‘Imran: 36)

 

  1. Bagaimana cara syaithan makan?

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: {إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ}

“Dari Ibnu Umar bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum, maka minumlah dengan tangan kanannya, karena syaithan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim).

 

  1. Kapan syaithan makan dan bermalam dirumah Anda?

Dari Jabir bin ’Abdillah RA aku mendengar Nabi SAW bersabda:

{إذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ تَعالى عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعامِهِ، قالَ الشّيْطانُ‏:‏ لا مَبِيتَ لَكُمْ وَلا عَشاءَ، وَإذا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ تَعالى عنْدَ دُخُولِه، قالَ الشَّيْطانُ‏: أدْرَكْتُمُ المَبِيتَ، وَإذا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ تَعالى عِنْدَ طَعامِهِ، قالَ‏:‏ أدْرَكْتُمُ المَبِيتَ والعَشَاءَ}

“Apabila seseorang dari kamu masuk ke dalam rumahnya, lalu menyebut nama Allah ketika memasukinya dan ketika hendak makan, berkatalah syaitan (kepada sesamanya): “Tiada tempat bermalam dan tiada makan malam untuk kamu semua!” Dan apabila seseorang masuk ke dalam rumahnya tidak menyebut nama Allah ketika memasukinya, maka berkatalah syaitan: Kamu semua telah mendapat tempat bermalam. Jika dia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan, berkatalah syaitan: Kamu semua telah mendapati tempat bermalam berikut makan malam.” (HR. Muslim)

عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا إِذَا حَضَرْنَا مَعَ النَّبِيِّ طَعَامًا لَمْ نَضَعْ أَيْدِيَنَا حَتَّى يَبْدَأَ رَسُولُ اللهِ فَيَضَعَ يَدَهُ وَإِنَّا حَضَرْنَا مَعَهُ مَرَّةً طَعَامًا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ كَأَنَّهَا تُدْفَعُ فَذَهَبَتْ لِتَضَعَ يَدَهَا فِي الطَّعَامِ فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ بِيَدِهَا ثُمَّ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ كَأَنَّمَا يُدْفَعُ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ: { إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لَا يُذْكَرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ لِيَسْتَحِلَّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَجَاءَ بِهَذَا الْأَعْرَابِيِّ لِيَسْتَحِلَّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ فِي يَدِي مَعَ يَدِهَا}. وفي رواية: ثُمَّ ذَكَرَ اسْمَ اللهِ وَأَكَلَ

Dari Hudzaifah RA  berkata: Kami apabila berkumpul bersama Rasulullah Saw lalu dihidangkan makanan kepadanya, kami tidak menyentuh makanan tersebut sebelum Rasulullah Saw terlebih dahulu menyentuhnya. Suatu hari,  dihidangkan kepada kami makanan. Tiba-tiba, datang seorang budak  wanita yang terdorong. Begitu  melihat makanan di hadapan kami, ia langsung mengulurkan tangannya untuk menyentuh  makanan  tersebut.  Rasulullah  Saw  kemudian  memegang  dan  menahan tangan budak wanita itu. Kemudian datang juga seorang arab baduwi yang terdorong lalu mengulurkan tangannya ke makanan, Rasulullah Saw memegang tangannya. Rasulullah kemudian bersabda: Sesungguhnya syaithan akan ikut makan makanan yang tidak disebutkan nama Allah sebelumnya. Syaithan menyertai  budak  wanita,  lalu  syaithan  itu bermaksud  mengambil  makanan  dengan menggunakan tangan budak wanita itu. Demikian juga, syaithan datang menyertai orang arab baduwi untuk  mengambil  makanan,  dan  karena  itulah saya  pegang dan  saya  tahan tangan  kedua  orang  tadi. Demi  Dzat yang diriku  di Tangan-Nya,  sesungguhnya tangannya itu berada pada tangan saya bersama tangan orang itu.” Dalam riwayat lain: Kemudian beliau menyebut nama Allah dan makan. (HR. Muslim 102/2017).

  1. Kapan syaithan muntah sehabis makan bersama Anda?

وَعَنْ أُمَيَّةَ بْنِ مَخْشِيِّ الصَّحَابِيِّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم جَالِساً، وَرَجُلٌ يَأْكُلُ، فَلَمْ يُسَمِّ اللهَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلَّا لُقْمَةٌ، فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيْهِ، قَالَ:‏ بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم، ثُمَّ قَالَ‏: { ‏مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ، فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللهِ اِسْتَقَاءَ مَا فِي بَطْنِهِ‏ }

Dari Umayyah bin Makhsyi Ash-Shahabi RA berkata: Rasulullah SAW sedang duduk, dan ada seorang laki-laki sedang makan tidak membaca basmalah sampai makanan tinggal satu suap, maka ketika mengangkat tangannya ke mulutnya sambil membaca: bismillahi awwalahu wa akhirahu, maka Nabi SAW tertawa kemudian berkata: “Syaithan senantiasa ikut makan bersamanya, maka ketika ia menyebut nama Allah, syaithan memuntahkan apa yang ada di perutnya.”

  1. Apa pekerjaan tetap syaithan dan anak buahnya?

Rasulullah saw bersabda:

{ إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْبَحْرِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ : فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ : نِعْمَ أَنْتَ }

“Sesungguhnya Iblis menempatkan singgasananya di atas laut, kemudian ia mengirim pasukan-pasukan syaithan. Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah syaithan yang paling besar melakukan fitnah. Salah satu pasukannya datang menghadapnya melaporkan: “Aku tidak meninggalkan manusia sehingga aku pisahkan ia dari istrinya. Maka Iblis mendekatkannya seraya berkata: “Sebaik-baiknya pasukan adalah kamu.” (HR. Muslim)

 

  1. Apa kunci yang membuka lapangan pekerjaan syaithan?

Mengandai-andaikan sesuatu yang sudah berlalu adalah mustahil, karena hal itu hanyalah angan-angan belaka, sebagai perasaan tidak ridha kepada ketentuan Allah. Rasulullah saw bersabda:

{ إِذَا أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ : لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا لَكَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ ، فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ }

“Apabila ada sesuatu menimpamu, maka janganlah kamu berkata: “Seandainya aku lakukan ini dan ini pastilah begini dan begini.” Akan tetapi katakan: “Sudah Allah taqdirkan, dan apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, karena mengandai-andai hanyalah membuka pekerjaan syaithan.” (HR. Muslim).

 

  1. Kapan Anda membuat syaithan tertawa dan masuk lewat mulut Anda?

Rasulullah saw bersabda:

{ إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَالَ : هَا ، ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ}

“Apabila seorang diantaramu menguap, maka tahanlah semampu mungkin! Karena apabila ia bersuara: Haa, syaithan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari)

Dan Rasulullah saw bersabda:

{إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظُمْ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ} ( أَيْ يَدْخُلُ مِنَ الْفَمِ )

“Apabila seorang diantaramu menguap, maka hendaklah ia tahan semampu mungkin, karena syaithan mau masuk. Yaitu masuk lewat mulut.” (HR. Muslim)

 

  1. Kapan Anda membuat syaithan menangis?

Rasulullah saw bersabda:

{ إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اِعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِيْ وَيَقُوْلُ: يَا وَيْلِيْ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُوْدِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُوْدِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ }

“Apabila Anak adam membaca ayat sajdah, kemudian ia sujud, syaithan menyingkir sambil menangis dan berkata: “Aduhai celakanya aku, anak Adam disuruh sujud, ia bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku disuruh bersujud, tapi aku tidak mau, maka bagiku neraka.” (HR. Muslim)

 

  1. Siapakah yang diperindah oleh syaithan?

Rasulullah saw bersabda:

{ المَرْأَةُ عَوْرَة ، فَإِذَا خَرَجَت اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ }

‘Wanita adalah ‘aurat, maka apabila ia keluar rumahnya, syaithan memperindahnya di hadapan lelaki.” (HR. Turmudzi)

Ditulis oleh Ustadz Fadhlan Adham Hasyim, Lc.

(Gambar dari majelisakhlakmulia.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *