Jl. Nyi Pembayun 14, Karang, Kotagede, Yogyakarta

(0274) 7493-940 brh.centre@gmail.com

PENTING! MENGENAL JIN  BERDASARKAN AL-QUR`AN DAN AS-SUNNAH

1366x768_blue_moon_night-1497663

Mengenal makhluq ghaib yang tidak tampak di hadapan kita, kita tidak bisa menerima informasi yang akurat dan terpercaya kecuali dari sumber asasi yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, kemudian Ijma’ para ulama’ salaf. Karena informasi mengenai makhluq ghaib yang beredar di masyarakat dan diyakininya banyak bersumber kepada omongan dukun atau warisan khurafat yang sudah turun-temurun, seperti adanya sebutan-sebutan yang bermacam-macam bagi jin: arwah gentayangan, sukma seseorang yang sudah meninggal, gendruwo, kuntilanak, pocongan, thuyul, dan sebagainya.

Maka kita hanya mengimani berita-berita ghaib yang bersumber kepada syari’at Islam, agar kita tidak tersesat:

  1. Jin adalah makhluq yang diciptakan oleh Allah dari nyala api. Allah berfirman:

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Surat Ar-Rahman:15)

  1. Jin diciptakan sebelum manusia, sebagaimana Allah berfirman:

وَالْجَآنَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Surat Al-Hijr: 27)

  1. Bangsa jin ada jenis laki-laki dan perempuan serta berkembang-biak seperti ummat manusia.

    Allah berfirman:

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. (Surat Ar-Rahman:56)

Sebagaimana Abdullah bin Umar RA. berkata: “Sesungguhnya Allah membagi manusia dan jin itu ke dalam sepuluh bagian: sembilan bagian adalah jin dan satu bagian adalah manusia. Tidak seorangpun manusia yang melahirkan seorang anak, kecuali jin melahirkan 9 anak” (HR. Ibnu Abdil Barr, Ibnu Jarir, Hakim dan Ibn Abi Hatim).

  1. Jin dan manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah semata, sebagaimana Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Surat Adz-Dzariyat:56)

  1. Bangsa jin ada yang kafir ada yang muslim, musyrik, mukmin, fasiq, zhalim. Allah berfirman dalam pernyataan Jin:

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَداً

Dan Sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang saleh dan di antara Kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah Kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (Surat Al-Jinn:11)

Dan Allah berfirman dalam pernyataan Jin:

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَداً

Dan Sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang  menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, Maka mereka itu benar- benar telah memilih jalan yang lurus. (Surat Al-Jinn:14)

  1. Dalam kondisi normal, jin bisa melihat kita, tetapi kita tidak bisa melihat mereka. Allah berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Surat Al-A’raf: 27)

  1. Sebagian bangsa Jin ada yang mampu menampakkan dirinya di hadapan manusia.

Sebagaimana Iblis menampakkan dirinya sebagai kakek tua dari Najed dimalam pertemuan rahasia pimpinan musyrikin Makkah di Darun Nadwah untuk melakukan makar terhadap Rasulullah SAW, begitu pula penampakan Iblis dihadapan pasukan kaum musyrikin sebagai Suraqah bin Malik pemuda Quraisy yang ahli berperang tetapi ia tidak ikut dalam perang Badar. Allah sebutkan dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَّكُمْ فَلَمَّا تَرَاءتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ إِنِّيَ أَخَافُ اللّهَ وَاللّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ -٤٨-

Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, “Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu”. Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Allah sangat keras siksa-Nya. (Surat Al-Anfal (8): 48)

  1. Jin itu beraneka bentuk, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي ثَعْلَبَة الْخُشَنِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُول اللَّه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الْجِنّ عَلَى ثَلَاثَة أَصْنَاف صِنْف لَهُمْ أَجْنِحَة يَطِيرُونَ فِي الْهَوَاء وَصِنْف حَيَّات وَكِلَاب وَصِنْف يَحِلُّونَ وَيَظْعَنُونَ

Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani RA bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jin itu ada tiga golongan, ada golongan yang memiliki sayap-sayap beterbangan di udara, ada  golongan  ular-ular dan anjing- anjing, dan ada golongan yang mereka menetap dan bepindah-pindah. “ (HR At-Thabrani, Al Hakim, Al-Baihaqi dengan sanad sahih (shahih al-Jami’ jilid 3 hal 85)

  1. Jin membutuhkan makan dan minum.

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صًلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ فَذَهَبْتُ مَعَهُ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ قَالَ : فَانْطَلَقَ بِنَا فَأَرَانَا آثَارَهُمْ وَآثَارَ نِيْرَانِهِمْ وَسَأَلُوْهُ الزَّادَ فَقَالَ : لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ، يَقَعُ فِي أَيْدِيْكُمْ أَوْفَرُ مَا يَكُوْنُ لَحْمًا، وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ فَقَالَ النَّبِيُّ : ” فَلَا تَسْتَنْجُوْا بِهِمَا فَإِنَّهُمَا زَادُ إِخْوَانِكُمْ.”

Dari Abdullah bin Mas’ud RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Telah datang kepadaku da’i (penyeru dakwah) bangsa jin, maka aku pergi bersamanya, aku bacakan kepada mereka Al-Qur’an.” Beliau bersabda: “Penyeru itu mengajak kami berjalan, dia tunjukkan kepada kami perlengkapan mereka dan perlengkapan api mereka, mereka bertanya tentang perbekalan mereka, maka beliau menjawab: “Makanan kalian itu (wahai golongan jin) adalah setiap tulang yang disebutkan nama Allah saat penyembelihannya yang berada di tangan kalian yang masih ada sisa-sisa dagingnya dan semua kotoran unta adalah makanan binatang ternak kalian”. Nabi bersabda: “Maka janganlah kalian beristinja’ dengan keduanya (tulang dan kotoran unta) karena keduanya adalah bekal saudara-saudara kalian.” (HR. Muslim nomer 450).

Bahkan Rasulullah SAW menjelaskan cara makan jin kafir (syaithan) dan cara minumnya:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: {إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ}

Dari Ibnu Umar bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum, maka minumlah dengan tangan kanannya, karena syaithan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim).

  1. Setiap manusia didampingi jin dan malaikat

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: { مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ وَقَرِينُهُ مِنَ الْمَلائِكَةِ}. قَالُوا: وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: {وَإِيَّايَ، وَلَكِنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ، فَلا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ}

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali ia disertai oleh satu qarin (pendamping) dari jin dan satu qarin dari malaikat”. Para sahabat bertanya: “Dan engkau juga wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan” (HR. Muslim).

  1. Jin semuanya mengalami kematian dan akan menghadapi balasan nikmat kubur atau siksa kubur, karena syari’at yang dibawa oleh para nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW. ini berlaku untuk jin dan manusia.

عَنِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُوْلُ أَعُوْذُ بِعِزَّتِكَ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ يَمُوْتُوْنَ

“Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Aku berlindung dengan kegagahanMu, yang tidak ada Tuhan selain Engkau, yang tidak akan mati, sementara jin dan manusia semuanya akan mati” (HR. Bukhari).

Adapun Iblis sebagai pimpinan syaithan memohon kepada Allah agar diberi umur panjang sampai hari kiamat. Allah menjelaskan dalam Al-Qur’anul Karim:

قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاَؕكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raaf : 14-17)

  1. Syaithan dari golongan jin bisa merasuk ke dalam jasad manusia. Allah berfirman:

الَّذِيْنَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىَ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah Menghalalkan jual beli dan Mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhan-nya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Surat Al-Baqarah:275)

Dari Anas bin Malik RA dari Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِيْ فِي الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

“Sesungguhnya syaithan mengalir dalam jasad manusia melalui aliran darah.“ (HR Bukhari  Muslim )

Abdullah  bin  Ahmad  bin  Hanbal  pernah  bertanya  kepada  ayahnya,  Ahmad  bin Hanbal:  “Sesungguhnya orang-orang  berkata  bahwa  jin tidak bisa masuk ke badan  orang- orang yang kesurupan. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Anakku, mereka berkata bohong. Mereka hanya berkata dengan ucapannya sendiri”

Ibnu  Taimiyyah  juga  berkata:  “Perkataan  ini  (jin  dapat masuk  ke  dalam  tubuh manusia)   adalah   perkataan   yang masyhur   (dikenal   oleh   semua   ulama).   Orang   yang kemasukan jin (kesurupan)  tidak akan merasakan sakit ketika dipukul, kata-katanya  akan ngelantur.  Orang  yang kemasukan jin ini akan  menampakkan banyak keanehan,mulai  dari bicara dan  gerakannya.  Seolah-olah  yang  berkata  dan  bergerak  itu adalah  orang  tersebut (orang yang kesurupannya), padahal hakikatnya adalah bukan dia, bukan manusia (yaitu jin)”.

Bahkan Ibnu  Taymiyyah masih dalam al-Majmu‘nya mengatakan: “Tidak ada seorangpun ulama yang  mengingkari bahwa  jin  dapat  memasuki  tubuh  manusia  yang  lalai mengingat Allah. Barangsiapa yang  mengingkari  hal ini dan mengatakan bahwa syari’ah tidak mengakui hal demikian, maka sungguh dia telah mendustai syari’ah itu sendiri. Tidak ada dalam dalil-dalil syar’i yang menolak hal itu.  Mereka  yang mengingkari  hal  ini  hanyalah sekelompok kecil dari golongan Mu’tazilah yakni Imam Al-Jubai dan Abu Bakar Ar-Razi.

  1. Jin jahat sama dengan manusia jahat disebut syaithan

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami Menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhan-mu Menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.“ (Surat An-An’am:112).

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ -٤- الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ -٥- مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ -٦-

“Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,  Dari (golongan) jin dan manusia.“ (Surat An-Nas: 4-6)

  1. Syaithan adalah musuh yang selalu melakukan tipu-daya terhadap manusia agar manusia menjadi pengikutnya:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.“ (Surat Fathir 35: 6)

فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَآنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan Menyeru mereka, “Bukankah Aku telah Melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah Mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”(Surat Al-A’raf 7:22)

  1. Syaithan Jin bersekutu dalam urusan harta dan anak-anak dengan manusia yang menjadi pengikutnya. Allah berfirman:

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً

Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang kamu (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka. (Surat Al-Isra’: 64)

  1. Meminta perlindungan, kesehatan, kekuatan, keselamatan kepada jin adalah syirik. Sebagaimana banyak masyarakat yang melakukan upacara selamatan di tepi laut, telaga, sungai, gunung untuk meminta keselamatan dan perlindungan dari mara bahaya yang disebabkan marahnya penjaga tempat itu.

Tempat meminta secara ghaib dan yang mampu mengabulkan hanyalah Allah semata, tidak sekutu bagi-Nya. Maka setiap hari sebanyak 17 kali dalam membaca Al-Fatihah ayat: 5, kita mengikrarkan :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.”

Allah berfirman:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Surat Al-Jin Al-Jinn : 6)

Ditulis oleh Ustadz Fadhlan Adham Hasyim, Lc.

(Gambar dari wallbasehq.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *